alat dan bahan : Atmega8 dengan Xtal 8Mhz
kapasitor 22pF
LCD 16 X 2
potensiometer 10 Kohm
push button
IC RTC DS1307 Dengan Xtal 32.768Khz
Resistor sebagai pull-up
battery 3v
berikut ini adalah programnya:
#include mega8.h
#include stdio.h
#include delay.h
#define pb1 PINB.2
#define pb2 PINB.3
#define pb3 PINB.4
#define pb4 PINB.5
#define off 0x00
#define on 0x02
#define timer TCCR0
// I2C Bus functions
#asm
.equ __i2c_port=0x15 ;PORTB
.equ __sda_bit=0
.equ __scl_bit=1
#endasm
#include
// DS1307 Real Time Clock functions
#include
// Alphanumeric LCD Module functions
#asm
.equ __lcd_port=0x12
#endasm
#include
unsigned char buff[33],hour,minute,second,date,month,year,mode=1,hari=0,i;
// Timer 0 overflow interrupt service routine
interrupt [TIM0_OVF] void timer0_ovf_isr(void)
{
i++;
if(i==255)
{
if(mode==0)
{
rtc_get_time(&hour,&minute,&second);
rtc_get_date(&date,&month,&year);
i2c_start();
i2c_write(0xd0);
i2c_write(0x03);
i2c_start();
i2c_write(0xd1);
hari=i2c_read(0);
i2c_stop();
}
lcd_gotoxy(0,0);
lcd_putsf("Pukul");
sprintf(buff," %2d:%2d:%2d",hour,minute,second);
lcd_puts(buff);
}
}
set_clock()
{
lcd_clear();
lcd_gotoxy(0,0);
lcd_putsf("Atur Waktu");
while(pb2==1)
{
lcd_gotoxy(0,1);
sprintf(buff,"[%2d]:%2d:%2d",hour,minute,second);
lcd_puts(buff);
if(pb3==0)
{
delay_ms(15);
if(pb3==0)
{
hour++;
if(hour==24)hour=0;
lcd_gotoxy(0,1);
sprintf(buff,"[%2d]:%2d:%2d",hour,minute,second);
lcd_puts(buff);
delay_ms(700);
while(pb3==0)
{
hour++;
if(hour==24)hour=0;
lcd_gotoxy(0,1);
sprintf(buff,"[%2d]:%2d:%2d",hour,minute,second);
lcd_puts(buff);
delay_ms(200);
}
}
}
if(pb4==0)
{
delay_ms(15);
if(pb4==0)
{
hour--;
if(hour==-1)hour=23;
lcd_gotoxy(0,1);
sprintf(buff,"[%2d]:%2d:%2d",hour,minute,second);
lcd_puts(buff);
delay_ms(700);
while(pb4==0)
{
hour--;
if(hour==-1)hour=23;
lcd_gotoxy(0,1);
sprintf(buff,"[%2d]:%2d:%2d",hour,minute,second);
lcd_puts(buff);
delay_ms(200);
}
}
}
}
delay_ms(15);
while(pb2==0);
while(pb2==1)
{
lcd_gotoxy(0,1);
sprintf(buff,"%2d:[%2d]:%2d",hour,minute,second);
lcd_puts(buff);
if(pb3==0)
{
delay_ms(15);
if(pb3==0)
{
minute++;
if(minute==60)minute=0;
lcd_gotoxy(0,1);
sprintf(buff,"%2d:[%2d]:%2d",hour,minute,second);
lcd_puts(buff);
delay_ms(700);
while(pb3==0)
{
minute++;
if(minute==60)minute=0;
lcd_gotoxy(0,1);
sprintf(buff,"%2d:[%2d]:%2d",hour,minute,second);
lcd_puts(buff);
delay_ms(200);
}
}
}
if(pb4==0)
{
delay_ms(15);
if(pb4==0)
{
minute--;
if(minute==-1)minute=59;
lcd_gotoxy(0,1);
sprintf(buff,"%2d:[%2d]:%2d",hour,minute,second);
lcd_puts(buff);
delay_ms(700);
while(pb4==0)
{
minute--;
if(minute==-1)minute=59;
lcd_gotoxy(0,1);
sprintf(buff,"%2d:[%2d]:%2d",hour,minute,second);
lcd_puts(buff);
delay_ms(200);
}
}
}
}
delay_ms(15);
while(pb2==0);
while(pb2==1)
{
lcd_gotoxy(0,1);
sprintf(buff,"%2d:%2d:[%2d]",hour,minute,second);
lcd_puts(buff);
if(pb3==0)
{
delay_ms(15);
if(pb3==0)
{
second++;
if(second==60)second=0;
lcd_gotoxy(0,1);
sprintf(buff,"%2d:%2d:[%2d]",hour,minute,second);
lcd_puts(buff);
delay_ms(700);
while(pb3==0)
{
second++;
if(second==60)second=0;
lcd_gotoxy(0,1);
sprintf(buff,"%2d:%2d:[%2d]",hour,minute,second);
lcd_puts(buff);
delay_ms(200);
}
}
}
if(pb4==0)
{
delay_ms(15);
if(pb4==0)
{
second--;
if(second==-1)second=59;
lcd_gotoxy(0,1);
sprintf(buff,"%2d:%2d:[%2d]",hour,minute,second);
lcd_puts(buff);
delay_ms(700);
while(pb4==0)
{
second--;
if(second==-1)second=59;
lcd_gotoxy(0,1);
sprintf(buff,"%2d:%2d:[%2d]",hour,minute,second);
lcd_puts(buff);
delay_ms(200);
}
}
}
}
delay_ms(15);
while(pb2==0);
rtc_set_time(hour,minute,second);
delay_ms(200);
while(pb2==0);
i2c_start();
i2c_write(0xd0);
i2c_write(0x03);
i2c_write(hari);
i2c_stop();
lcd_clear();
delay_ms(500);
}
// Declare your global variables here
void main(void)
{
PORTB=0xFF; port b sebagai input pull up
timer=off;
// Timer(s)/Counter(s) Interrupt(s) initialization
TIMSK=0x01;
// I2C Bus initialization
i2c_init();
// DS1307 Real Time Clock initialization
// Square wave output on pin SQW/OUT: Off
// SQW/OUT pin state: 0
rtc_init(0,0,0);
// LCD module initialization
lcd_init(16);
// Global enable interrupts
#asm("sei")
delay_ms(1000);
timer=on;
mode=0;
while (1)
{
if(pb1==0)
{
delay_ms(15);
if(pb1==0)
{
while(pb1==0);
mode=1;
timer=off;
set_clock();
timer=on;
mode=0;
}
}
if(pb2==0)
{
delay_ms(15);
if(pb2==0)
{
while(pb2==0);
mode=0;
}
}
if(pb3==0)
{
delay_ms(15);
if(pb3==0)
{
while(pb3==0);
sprintf(buff,"pb_3");
}
}
if(pb4==0)
{
delay_ms(15);
if(pb4==0)
{
while(pb4==0);
sprintf(buff,"pb_4");
}
}
};
}

MODAL (tas)
INVESTASI MESIN JAHIT Rp 1.000.000
PENGELUARAN
ENCENG GONDOK KERING (Rp 5000/kg) x 10okg Rp 500.000
KAYU Rp 100.000
PEGAWAI / PENGRAJIN Rp 1.000.000 x 2 orang Rp 2.000.000
LAIN-LAIN Rp 200.000
TOTAL Rp 2.800.000
PEMASUKAN
ESTIMASI PRODUKSI PERBULAN
Dapat diproduksi tas sebanyak 150 tas
Penjualannya dibagi 2 yaitu;
Pasar dalam negeri 100 buah tas yang masing dijual dengan harga Rp30.000.
maka; Rp 30.000 x 100 Rp 3.000.000
Pasar luar negeri/art center 50 buah tas yang masing dijual dengan harga Rp50.000.
maka; Rp 50.000 x 50 Rp 2.500.000
KEUNTUNGAN
TOTAL PEMASUKAN perbulan
Rp 3.000.000 + Rp 2.500.000 = Rp 5.500.000
TOTAL PENGELUARAN perbulan
Rp 2.800.000
TOTAL KEUNTUNGAN perbulan
Rp 5.500.000 – Rp 2.800.000 = Rp 2.700.000
MARKET
- DALAM NEGERI Pusat perbelanjaan, Art center
- EKSPOR Eropa dan Amerika Serikat yang semakin gandrung dengan barang-barang produksi dari bahan-bahan alami (back to nature).
- Proses yang cukup lama
- Sulit untuk mendapatkan pengrajin yang handal
- Ketersediaan bahan baku

Pada tahun 1945, Matt Busby ditunjuk menjadi manager dari tim yang berbasis di Old Trafford ini. Dia meminta sesuatu yang tidak biasa pada pekerjaannya, seperti menunjuk tim sendiri, memilih pemain yang akan direkrut sendiri dan menentukan jadwal latihan para pemain sendiri. Dia telah kehilangan pekerjaan sebagai manager di klub lain, Liverpool F.C., karena pekerjaan yang diinginkannya itu dirasa petinggi Liverpool adalah pekerjaan seorang direktur, tetapi United memberikan kesempatan untuk ide inovatifnya. Pertama, Busby tidak merekrut pemain, melainkan seorang asisten manager yang bernama Jimmy Murphy. Keputusan menunjuk Busby sebagai manager merupakan keputusan yang sangat tepat, Busby membayar kepercayaan pengurus dengan mengantar United ke posisi kedua liga pada tahun 1947, 1948 and 1949 dan memenangkan Piala FA tahun 1948. Stan Pearson, Jack Rowley, Allenby Chilton, dan Charlie Mitten memiliki andil yang besar dalam pencapaian United ini. Charlie Mitten pulang ke Colombia untuk mencari bayaran yang lebih baik, tetapi kemampuan pemain senior United tidak menurun dan kembali meraih gelar Divisi Satu pada 1952. Busby tahu, bahwa tim sepak bola tidak hanya membutuhkan pengalaman pemainnya, maka, dia juga berpikir untuk memasukkan beberapa pemain muda. Pertama-tama, pemain muda seperti Roger Byrne, Bill Foulkes, Mark Jones dan Dennis Viollet, membutuhkan waktu untuk menunjukkan permainan terbaik mereka, akibatnya United tergelincir ke posisi 8 pada 1953, tetapi tim kembali memenangkan liga tahun 1956 dengan tim yang usia rata-rata pemainnya hanya 22 tahun, mencetak 103 gol. Kebijakan tentang pemain muda ini mengantarkannya menjadi salah satu manager yang paling sukses menangani Manchester United (pertengahan 1950-an, pertengahan akhir 1960-an dan 1990-an). Busby mempunyai pemain bertalenta tinggi yang bernama Duncan Edwards. Pemuda asal Dudley, West Midlands memainkan debutnya pada umur 16 tahun di 1953. Edwards dikatakan dapat bermain disegala posisi dan banyak yang melihatnya bermain mengatakan bahwa dia adalah pemain terbaik. Musim berikutnya, 1956–57, mereka menang liga kembali dan mencapai final Piala FA, kalah dari Aston Villa. Mereka menjadi tim Inggris pertama yang ikut serta dalam kompetisi Piala Champions Eropa, atas kebijakan FA. Musim lalu, FA membatalkan hak Chelsea untuk tampil di Piala Champions. United dapat mencapai babak semi-final dan kemudian dikandaskan Real Madrid. Dalam perjalanannya ke semi-final, United juga mencatatkan kemenangan yang tetap menunjukkan bahwa mereka adalah tim besar, mengalahkan tim juara Belgia Anderlecht 10–0 di Maine Road.
Tragedi terjadi pada musim berikutnya, ketika pesawat membawa tim pulang dari pertandingan Piala Champions Eropa mengalami kecelakaan saat mendarat di Munich, Jerman untuk mengisi bahan bakar. Tragedi Munich air tanggal 6 Februari 1958 merenggut nyawa 8 pemain tim - Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Duncan Edwards, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor dan Liam "Billy" Whelan - dan 15 penumpang lainnya, termasuk beberapa staf United, Walter Crickmer, Bert Whalley dan Tom Curry.Terjadi 2 kali pendaratan sebelum yang ketiga terjadi kesalahan fatal, yang disebabkan tidak stabilnya kecepatan pesawat karena adanya lumpur. Penjaga gawang United Harry Gregg mempertahankan kesadaran saat kecelakaan itu dan dibawah ketakutan pesawat akan meledak, menyelamatkan Bobby Charlton dan Dennis Viollet dengan mengencangkan sabuk pengamannya. Tujuh pemain United menginggal dunia di tempat sedangkan Duncan Edwards tewas ketika perjalanan menuju rumah sakit. Sayap kanan Johnny Berry juga selamat dari kecelakaan itu, tetapi cedera membuat karir sepak bolanya berakhir cepat. Dokter Munich mengatakan bahwa Matt Busby tidak memiliki banyak harapan, namun ia pulih dengan ajaibnya dan akhirnya keluar dari rumah sakit setelah dua bulan dirawat di rumah sakit. Ada rumor bahwa tim akan mengundurkan diri dari kompetisi, namun Jimmy Murphy mengambil alih posisi manager ketika Busby dirawat di rumah sakit, klub melanjutkan kompetisinya. Meskipun kehilangan pemain, mereka mencapai final Piala FA 1958, dimana mereka kalah dari Bolton Wanderers. Akhir musim, UEFA menawarkan FA untuk dapat mengirimkan United dan juara liga Wolverhampton Wanderers untuk berpartisipasi di Piala Champions untuk penghargaan kepada para korban kecelakaan, namun FA menolak. United menekan Wolves pada musim berikutnya dan menyelesaikan liga di posisi kedua klasemen; tidak buruk untuk sebuah tim yang kehilangan sembilan pemain akibat tragedi Munich air. Busby membangun kembali tim di awal dekade 60-an, membeli pemain seperti Denis Law dan Pat Crerand. Mungkin orang yang paling terkenal dari sejumlah pemain muda ini adalah pemuda Belfast yang bernama George Best. Best memiliki keatletikkan yang sangat langka. Tim memenangkan Piala FA tahun 1963, walaupun hanya finis diurutan 19 Divisi Satu. Keberhasilan di Piala FA membuat pemain menjadi termotivasi dan membuat klub terangkat pada posisi kedua liga tahun 1964, dan memenangkan liga tahun 1965 dan 1967. United memenangkan Piala Champions Eropa 1968, mengalahkan tim asuhan Eusébio SL Benfica 4–1 dipertandingan final, menjadi tim Inggis pertama yang memenagkan kompetisi ini. Tim United saat itu memiliki Pemain Terbaik Eropa, yaitu: Bobby Charlton, Denis Law and George Best. Matt Busby mengundurkan diri pada tahun 1969 dan digantikan oleh pelatih tim cadangan, Wilf McGuinness.
Manchester United F.C. (biasa disingkat Man Utd, Man United atau hanya MU ) adalah sebuah klub sepakbola inggris yang berbasis di Old trafford, Manchester. Dibentuk sebagai Newton Heath L&YR F.C. pada 1878 sebagai tim sepak bola Perusahaan Kereta Api Lancashire dan Yorkshire Railway di Newton Heath, namanya berganti menjadi Manchester United pada 1902.
Meski sejak dulu telah termasuk salah satu tim terkuat di Inggris, barulah sejak 1993 Manchester United meraih dominasi yang besar di kejuaraan domestik di bawah arahan Sir Alex Ferguson. sebelumnya liga inggris dikuasai oleh Liverpool F.C. pada pertengahan 1970-an dan awal 1980-an. Sejak bergulirnya era Premiership di tahun 1992, Manchester United adalah tim yang paling sukses dengan sebelas kali merebut trofi juara. Meskipun sukses di kompetisi domestik, kesuksesan tersebut masih sulit diulangi di kejuaraan Eropa; mereka hanya pernah meraih juara di Liga Champions tiga kali sepanjang sejarahnya (1968, 1999, 2008). MU menjadi salah satu klub paling sukses di Inggris; sejak musim 86-87, mereka telah meraih 21 trofi besar - jumlah ini merupakan yang terbanyak di antara klub-klub Liga Utama Inggris. Mereka telah memenangi 18 trofi juara Liga Utama Inggris (termasuk saat masih disebut Divisi Satu) menyamai apa yang telah diperoleh liverpool .
Pada tahun 1968, mereka menjadi tim Inggris pertama yang berhasil memenangi Liga Champions Eropa, setelah mengalahkan S.L. Benfica 4–1 pada saat itu dilatih oleh Sir Matt Busby dengan Busby babes -nya(Sir Bobby Charlton, Denis Law,George best).
mereka memenangi Liga Champions Eropa untuk kedua kalinya pada tahun 1999 melalui pertandingan yang sangat dramatis(disinilah kecintaan saya pada MU mulai tumbuh) . MU mengalahkan Bayern Munich 2-1. kedua gol diciptakan oleh Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solksjaer yang kedua nya merupakan pemain pengganti dan diciptakan di injury time. hal tersebut sangat menyesakkan bagi Bayern Munich yang telah siap berpesta atas kemenangannya.
sekali lagi pada tahun 2008 setelah mengalahkan Chelsea F.C. di final juga lewat cara yang dramatis melalui adu penalti.
Mereka juga memegang rekor memenangi Piala FA sebanyak 11 kali. Pada 2008, mereka menjadi klub Inggris pertama dan klub Eropa kedua yang berhasil menjadi Juara Dunia Antarklub FIFA.

blog ini merupakan langkah awal untuk merubah diri. awalnya saya tidak suka menulis. menulis merupakan hal yang sulit. terima kasih untuk Bapak Firman Arifin selaku dosen saya. yang telah memberikan tugas untuk membuat blog. blog ini akan berisi tentang semua hal yang saya sukai. mulai musik,footbal,film,travelling,kuliah yang telah membuat hidup saya lebih bersinar.


